Review - Teror Diari Tua "Diari penunjuk masa lalu yang kelam"

Judul : Teror Diari Tua
Penulis : Arumi E.
Tebal : 200 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2017
ISBN : 9786020333410
.
.
.

Blurb : 

Hidup Kara tidak sama lagi sejak dia menemukan diari tua bersampul ungu di halaman belakang sekolah. Kesialan beruntun menimpanya, dan ternyata semua yang dia alami mirip dengan yang tertulis dalam diari itu.

Susah payah Kara berusaha memusnahkan diari tersebut. Namun, diari itu selalu kembali padanya. Kara semakin terkejut saat mengetahui diari itu tidak hanya satu. Erika, sahabatnya, juga menemukan diari tua bersampul merah muda. Tetapi, berbeda dengan Kara, sejak menemukan diari itu, Erika mengalami banyak keberuntungan.

Bersama Erika, Kara menyelidiki rahasia di balik diari tua itu. Dan mereka tiba di sebuah tempat penuh ilusi, tempat mereka tidak lagi bisa membedakan apakah sosok di hadapan mereka masih hidup atau sudah tiada. Mereka harus segera pergi dari tempat itu sebelum terlambat, sebelum kekuatan tak terlihat melenyapkan mereka.


---

Kara hanyalah seorang gadis SMA biasa yang pada saat pagi buta telah sampai di sekolahannya waktu itu. Kara yang memutuskan untuk pergi ke halaman belakang sekolah tidak sengaja menemukan sebuah diari bersampul ungu. Awalnya, Kara hanya menyimpan rasa penasarannya saja pada diari itu dan memutuskan untuk membawa diari tersebut pulang ke rumah. Namun tanpa ia sadari, diari itu seperti memrediksi apa yang akan terjadi di hari-harinya esok yang sayangnya itu semua penuh dengan kesialan. Bahkan, diari tersebut menceritakan akhir yang tragis dari pemiliknya yang sebelumnya. Kara yang awalnya tidak menyadari semuanya, perlahan merasakan kejanggalan dan baru menyadari bahwa apa yang ia alami sama persis dengan yang dituliskan di diari itu. Kara merasa seperti di teror. Bahkan, pacarnya Kara, yaitu Kresta juga mengalami teror dari diari tua itu.

Hal itu berbanding terbalik dengan Erika, sahabat kara yang juga sama-sama menemukan sebuah diari bersampul merah muda yang juga memrediksi hari-harinya esok. Bedanya, apa yang diprediksikan oleh diari temuan Erika ini adalah hal-hal yang baik-baik dan berbanding balik dengan sahabatnya, Kara.

Erika sangat prihatin dengan apa yang dialami oleh Kara, apalagi setelah Kara menyebutkan bagaimana akhir dari diari tersebut. Semua cara telah mereka coba untuk melenyapkan diari itu, namun hasilnya gagal dan itu membuat Kara pasrah. Cara jitu untuk melenyapkan diari tua itu aalah mereka harus menemukan benang merah untuk memecahkan kasus ini, bagaimanapun caranya.


...

Awal mula aku membaca novel ini aku merasa bahwa novel ini sangat ringan sekali alurnya dan lumayan interaktif. Jadi, rasanya itu seperti diajak untuk ikut petualangan Kara cs untuk memecahkan kasus teror diari tua ini. Dan dari awal novel ini, saya sudah disuguhi problem-problem yang dialami Kara, dan menurut saya inilah kekuatan novel ini supaya tidak membosankan pembaca meskipun sebenarnya novel ini agak biasa dan bisa ditebak endingnya.

Ada sebuah adegan yang membuat saya lumayan takut, yaitu saat Kara cs tidak sengaja berinteraksi dengan roh pemilik diari tua itu. Membayangkan bagaimana ekspresi roh tersebut membuat saya merinding sendiri, serta adegan saat Kara cs harus pergi kesana kemari demi mengumpulkan sebuah bukti.

Saya juga sangat menyukai cara penulis menggambarkan sosok Kara dan Erika sebagai gadis SMA yang tidak manja dan terkesan enerjik.

Dan yang terakhir, novel ini memang sangat cocok jika disebut sebagai novel teenlit karena unsur-unsur yang dimasukkan juga sangat relevan dengan kehidupan seputar remaja. Serta penulis dapat memadukan unsur-unsur tersebut menjadi kisah yang menarik untuk disimak.

Jadi kesimpulannya, saya beri skor 4/5

Komentar

Miliana mengatakan…
penasaran deh sama bukunya

isolated soy protein
Lathifah S mengatakan…
Novel yg enak dibaca 😉